AQSAM DALAM AL-QUR’AN
A. Pengertian Qasam
Aqsam adalah benuk jamak dari qasam yang berarti al-hilf dan al-yamin, yakni sumpah. Sighat yang asli bagi sumpah ialah uqsimu atau ahlifu, yang dita’diahkan dengan ba kepada muqsam bihi. Kemudian barulah disebut muqsam ‘alaihi, yang dinamakan jawab qasam,. Seperti firman Allah swt:
وأقسوا با لله جهد أيمانهم لا يبعث الله من يموت... (انحل:36)
“Dan mereka bersumpah dengan nama Allah dengan sekuat-kuat sumpah bahwa Allah tidak membangkitkan orang yang mati…” (QS. An-Nahl:38)
B. Macam-macam Qasam dan Contohnya
Qasam dibagi menjadi dua yaitu:
Ø Zhahir, ialah sumpah yang didalamnya disebut Fi’il qasam dan muqsam bihi. Dan diantaranya ada yang dihilangkan Fi’il qasamnya, sebagaimana pada umumnya, karena dicukupkan dengan huruf jar berupa “ba”, “wawu” dan “ta”. Dan ada juga yang didahului ‘la nafy” seperti:
لاأقسم بيوم القيمة (1) ولا اقسم با لنفس اللوا مة (2) [القيا مة 1-2]
“Tidak sekali-kali, Aku bersumpah dengan hari kiamat. Dan tidak sekali-kali , Aku bersumpah dengan jiwa yang amat menyesali (dirinya sendiri)” (Al-Qiyamah:1-2)
Ø Mudhmar, yaitu yang didalamnya tidak dijelaskan Fi’il qasam dan tidak pula muqsam bih, tetepi ia ditunjukkan oleh lam taukid yang masuk dalam jawab qasam, seperti firman Allah:
لتبلون فى أموا لكم وأنفسكم (ال عمران:186)
“ Kamu sunguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu” (Ali Imran:186).
C. Redaksi Qasam dan Unsur-unsurnya
Unsur-unsur sighat qasam ada tiga:
a) Fi’il yang muta’adi dengan ba.
b) Muqam bihi
c) Muqsam ‘alaihi.
Oleh karena qasam banyak terjadi dalam pembicaraan, dia diringkaskan yaitu dengan membuang Fi’il qasam dan cukup dengan ba saja, kemudian ba diganti dengan wawu pada isim-isim yang zhahir, atau dengan ta, tapi sedikit sekali yang memakai ta dan yang banyak memakai wawu.
D. Hikmah Mengetahui Qasam dalam Al-Qur’an
Qasam merupakan salah satu penguat perkataan yang masyhur untuk memantapkan dan memperkuat kebenaran sesuati didalam jiwa. Dalam penurunan al-Qur;an ada yang meragukan, ada yang mengingkari dan ada pula yang memusuhi. Karena itu dipakailah qasam dalam Kalamullah, guna menghilanhkan keraguan dan kesalahpahaman, membangun argumentasi, menguatkan khabar dan menetapkan hokum dengan cara paling sempurna.
No comments:
Post a Comment